Enjoy Parts of Loving Lifetime Story

Minggu, 26 September 2010

Part Five

Oh tidak, aku bingung banget, meskipun aku ini direktur kalo nggak ngerjain pr sama aja bisa dihukum sama guruku yang killer banget.
         --> Guru matematika, namanya, MR. ENRO, YANG DIKENAL SEBAGAI SATU-SATUNYA GURU COWOK YANG GALAK DI SEKOLAHAN. paling anti sama muridnya yang paling anti sama murid yang nggak ngerjain pr. dulu aku pernah sekali, dan aku disuruh keliling lapangan basket dan bersihin kolam renang sekolahan. aku tau, ini hukuman sangat tidak seimbang apalagi bersihin kolam renang, sebenarnya MR. ENRO guru matematika apa guru olahraga ya? jawabannya, aku juga nggak tau tuh ..
         --> Guru bahasa jepang, namanya, MRS. HENRIKA, PALING KILLER! LEBIH KILLER DARIPADA MR. ENRO! mukanya suram, selalu cemberut, nggak pernah senyoem snyoem dikit. konon, legenda sekolahku, MR. HENRIKA dulu mau dikasih behel, tetapi dokternya salah masang, jadi harusnya dipasang di gigi tapi ini malah tertancap di gusi belakang sehingga beliau tidak bisa senyum selain tidak pernah senyum beliau selalu garang, dia nggak pernah membiarkan muridnya bertanya! sekali diterangin harus mudeng! hoh padahal jelasiin nya lebih mirip kumur kumur! huahhuah

dan 2 guru ini, kalau diprotes akan berubah menjadi 2 setan yang galak sekali! huaaah! apalagi 2 guru ini killer banget sama yang namanya PR ! DAN SEKARANG AKU LAGI MASALAH SAMA YANG NAMANYA PR ! HUAAAAAAAA
biasanya kalo keadaan darurat kayak gini aku langsung ke rumah Cody minjem buku catatan tapi apa hasilnya? Cody lagi ke luar kota. dan satu-satunya orang yang aku tahu alamatnya saaat ini cuma anak baru nyebelin itu.
Siapa? ya hudaaaaa!
-males bangeet ketemu huda tapi males juga dihukum MR. and MRS. Killer!-

Rabu, 15 September 2010

Part Four

Hari pertama duduk bersama Huda sangat menjengkelkan. Sifatnya beda sekali sama Cody.
4 lembar kertas buku sudah aku habiskan cuma buat nulis "Aku benci Huda" dan "Aku kangen Cody".
***
Pukul 12.00 aku pulang sekolah dan langsung jalan kaki ke perusahaan Nisia yang letaknya dekat dengan sekolahku untuk patroli tanpa basa basi dengan teman-temanku. Kenapa? Karena aku takut mereka akan curiga padaku, kenapa aku selalu pergi ke Nisia habis pulang sekolah. Kalau sudah begini pasti identitasku akan ketahuan.
Sampai di gerbang Nisia, aku loncat untuk memencet tanda sidik jari dan mata. Paling benci jika mesinnya kurang peka dan aku harus kembali loncat-loncat untuk melakukannya, seperti ini.
Sepertinya sudah 10 kali lebih aku loncat-loncat nggak jelas, tapi mesin masih nggak bergerak.
Aku berhenti dan memutuskan cari penjaga buat nolongin aku mencet sidik jari. Dan aku bertemu satpam langganan papahku dulu, namanya MEMONTA panggilannya malah DORAMEMON. nggak nyambung kan?
Pak Dora ini sangat setia kepada papahku, dan sampai sekarang dia masih tidak percaya jika papahku sudah pensiun dan diganti aku. Maka dari itu aku ogah minta tolong sama satpam yang satu ini.
Tetapi, apa boleh buat. Daripada aku di sini sampai maghrib.
Aku mengumpulkan keberanianku untuk bilang ke Pak Dora,
"Pak, saya ingin masuk ke gedung ini, tolong bantu saya memencet mesin tanda sidik jari,"

Pak Dora yang semula merokok sambil memandang langit langsung membuang puntung rokoknya, diinjak. Perlahan dia menoleh ke arahku. Kira - kira 2 detik per 30 derajat ketajaman. zz
"Siapa Anda, dan apa tujuan Anda kemari."katanya. Benar kan, dia pasti satu-satunya orang yang tidak tahu bahwa sekarang aku Direktur PT Nisia.
"Saya Envina Nisia. Direktur Nisia pengganti papah saya," kataku mantap. Dia terlihat tidak percaya. Lalu ia melepas kaca matanya, melihatku dari jempol kaki (kebungkus sepatu sekolah) sampai ujung rambut. 
Pak Dora malah ngakak.
"Heh bocah, pasti kamu ngelindur. Kamu ingin jadi direktur kan, tapi mungkin belum saatnya. hahahaha,"katanya ketawa makin keras. 
Aku benci Huda, Bu Sri, Cody, dan Pak Dora untuk hari ini. Aku kesal dan aku mulai berantem dengan Pak Dora.
"Papahku sudah kasih aku kehormatan untuk jadi direktur dan sekarang kamu meremehkan aku. Aku tidak terima! Aku sendiri tidak mau jadi direktur karena aku masih mau menikmati jaman sekolah! Kamu tidak berhak menghalangi jalanku!" Kataku kesal. Aku loncat dan merusak pagar dengan tendangan mautku da masuk tanpa sidik jari.
Pak Dora menghentikan tawanya dan membunyikan bel. Aku sebal dan menendang bel itu ke tanah dan menginjaknya. Untuk Pak Dora, aku timpuk pake kerikil dan dia sekarang pingsan.
Sampai di ruangan Direktur di gedung tingkat paling atas, aku langsung menaruh tas sekolahku ke locker, ganti baju dari seragam sekolah ke seragam kerja.
Waktu mulai rapat masih setengah jam lagi. Aku memutuskan untuk ngerjain PR dulu.
Pertama, matematika. Soalnya paling gampang menurutku, bukan sombong. Bagiku saja gampang apalagi bagi Katrin.
Kedua, Bahasa Jepang. Aku paling nggak bisa disuruh nulis huruf kanji. Setengah jam itu aku habiskan untuk mengerjakan 1 soal. 1 soal selesai dan bel rapat berbunyi. Aku kaget, pasti aku telat karena dari sini ke ruag rapat jaraknya agak jauh. Aku langsung menggeletakkan buku PRku.
Tanpa tidak diketahui, Office Boy suruhannya si Pak Dora masuk ruanganku dan dia bersihkan buku - buku berserakan termasuk buku PRku. entah kemana.
Selesai rapat buku PRku sudah lenyap. Oh No.

Selasa, 14 September 2010

Part Three

Kurang lebih setengah jam perjalanan dari rumahku ke sekolahan, wah kok sebentar ya? iyalah orang rumahku ke sekolah jaraknya deket kok, woo
Tapi, aku bisa tidur di mobil, karena Mas Asa kalo nyupir enak banget! Serasa naik pesawat pribadi dua orang lah! (HEBAT YA)
mau sampe di gerbang sekolahan, aku dibangunin Mas Asa. Aku langsung ngerapiin jas sekolah, ngambil tasku, langsung dengan penuh gairah dan semangat  menatap tajam sekolahku, (LEBAY) dan turun dari mobil.

Aku datang ke sekolah untuk ketemu Guru = 5 %
Aku datang ke sekolah untuk belajar = 10%
Aku datang ke sekolah buat ketemu temen-temen = 15 %
Aku datang ke sekolah buat nunjukin aku hebat = 20 %
Aku datang ke sekolah buat ketemu si UNYU (Cody) = 50 %  

 Tidak ketemu guru? Okelah . Malah enak
Tidak belajar? Wow, Surga
Tidak ada temen? yaah, kok gitu sih
Tidak bisa nunjukin aku hebat? alah, ya udah besok harus
KOK NGGAK KETEMU SI UNYUUUUUUU???!!! GAAAK MAAAUUUUUU !

itulah misiku tiap harinya di sekolah, dan sekarang aku akan mencoba agar bisa menempuh semuanya.
***
Mau lanjut nggak? Mau ya? Nih
Aku naik tangga, berjalan menuju kelasku di lantai dua. Kelasku 4A, paling pojok, paling angker, tapi paling berwarna dan punya AC paling dingin. hehe
Di sana udah ada Miki, Katering, eh, Katrin, Yuki sama Zahra lagi bercanda ngga jelas, dan mereka langsung ngakak lihat aku masuk kelas.
"Vina, tas apa tuh? Biasanya barang-barangmu selalu mewah, deh," kata Yuki. Miki menambahkan,"Tasnya Vina pasti udah diambil sama Yang Maha Kuasa,"katanya.
Ah, perkataan Miki jayus, dasar, kalo tasku udah diambil sama Yang Maha Kuasa aku pake tas apa? zzz
"Vin aku tau tasmu. Tasmu kamu gabungin sama celana jins kan? Tuh ada bahan jins di sampingnya," kata Katrin. 
Katrin paling pintar di kelas ini, setelah aku (BOHONG, AKU KAN MALAH TERAKHIR) . Katrin banyak tahu, dia orangnya lucu, gendut, tapi cantik.
"Iya, nih," kataku membalas semua omongan mereka. "Aku sambung sama celana jins ku yang elom pernah aku cuci sebulan terakhir. Jadinya kayak gini, baunya nggak enak. Tasku robek sih,"kataku dengan wajah memelas.
Apa reaksi merekaa kira-kira? Kayak Mas Asa, NGAKAK
Hm okelah, setidaknya pagi-pagi aku udah bisa bikin mereka senam mulut.
Lalu, Rina datang bersama kakak kembarnnya, Risa. Mereka mirip banget (yaiyadongnamanyajugakembar). beda nya cuma tinggi badan.
Habis duo kembar, Michael datang, dilanjutkan Dhisa, Prianka, Fero, Penky. 
Cody belom datang, dan bangku sebelahku masih kosong. 
Hingga bel masuk berbunyi, Cody masih belum datang, dan ini benar-benar buat aku sedih. Banget.
Ketika Wali Kelasku, Bu Sri masuk ke kelas, dia membawa anak asing. Pasti anak baru. Dia cowok. Matanya bulat, kulit putih, rambut coklat.

"Anak-anak, kalian kedatangan teman baru, ini dia. Ayo, silahkan perkenalkan namamu," kata Bu Sri.
Anak itu mulai bicara. 
"Namaku Huda Nita Pilonia. Pindahan dari Bandung." katanya malu.
 Bu Sri mencari bangku kosong dan menemukan bangku sebelahku. Beliau menyuruh Huda duduk di sebelahku. Awalnya aku nggak ikhlas. 
"Kursi ini bukan buat Huda! Ini buat Cody!" kataku dalam hati. Tapi terlanjur. 
Aku marah kepada Bu Sri, Huda, dan juga Cody. Kenapa sih Cody pake-pake telat?
Lalu, Bu Sri bilang," Oh iya anak anak, teman kalian, Cody lagi pergi ke luar kota selama 3 minggu. Buat Huda, kamu bisa duduk di sebelah Vina selama 3 minggu ini."
aku putus asa dan hampir nggak punya semangat hidup.. Aaaah Cody, Hate You for this time! hh

***  

 

Part Two

***

Di suatu pagi yang cerah, pukul 05.00 pagi, aku terbangun gara-gara suara alarmku. bentuknya ayam nggak jelas gitulah, produksi perusahaan Nisia yang gagal. bunyinya hancur pula. Pertama didesain agar bunyinya "Petok petok" tapi ini malah jadi "Pruetig Prueetig" nggak jelas.
Aku ambil jam beker anehku, mematikan jadwalnya. Tapi aku tidak langsung beranjak, dan bergumam sendiri dulu.
"Jam beker aneh, padahal sudah dikasih baterei yang kuat kok, masih kayak gini sih? apa salah teknisinya ya?"kataku. Lalu aku lempar jam beker itu ke tempat tidurku.
Dengan konyol aku meraih hpku, ngecek ada sms masuk apa nggak. dan ternyata banyak. Banyak banget malah, bagiku. Ada 25 SMS masuk dan kira-kira semua itu alarm penjagaan dan laporan. Yang buat aku kecewa nggak ada SMS dari pelanggan dan SMS dari ..
Cody Blank

Lalu aku beralih ke meja, nyiapin pelajaran. Hari ini, ada Matematika, IPS, Bhs Indonesia, Bhs Jepang. Ada PR nggak? doain aja nggak. Dengan konyol aku tarik tasku yang tadinya aku gantung di gantungan baju, karena nggak ada lahan lagi. Jujur aku masih ngantuk! Aku tarik tasku sambil ngucek-ngucek mata, dan, breeeeek
aaaaaah tasku robek! tasku robek! 
Aku sekolah pakai tas apa dong?
Dengan secermat-cermatnya aku sambung tasku dengan bungkus jam ayam rusak, kain flannel, kain celana rusakku, dan lain lain. Emang bisa sih jadi tas normal lagi, tapi kotor, baunya nusuk, soalnya celanaku udah berhari-hari nggak aku cuci.
Aku mau nangis, kira-kira ekspresinya temen-temen apa lihat tasku? Aku kan direktur (SOMBONGNYA DIRIKU)
Tapi mereka nggak tau, kalo aku direktur sih (MAKANYA JANGAN SOMBONG)
Pukul 06.00 tepat, aku turun ke bawah. Di sana ada ayah dan Mas Asa, yang langsung nutup hidungnya ketika lihat tasku.
"Vina, tas apa itu? Bukannya itu yang dibelikan Mamah dari Beijing? Kok jadi kayak gitu, sih?" tanya Mas Asa dengan suara hidung dipencet.
"Iya mas ini sobek aku sambung pake celana ku yang rusak kemaren, hehe,"kataku konyol.
Mas Asa ketawa terbahak-bahak, tapi papah malah memuji aku.
"Kamu hebat, Vina. Kamu memang direktur Perusahaan Nisia. Karena kamu bisa melakukan hal apapun secara spontan,"kata Papah.
Aku diam, Mas Asa tambah ketawa. Papah melanjutkan makan rotinya.
"Kalian pergi sekarang ya, biar nggak telat. Oh iya Asa, nanti jemput mamah di Bandara. Dia mau pulang hari ini," kata Papah.
Aku bersorak girang, dan langsung narik tangan Mas Asa buat cabut ke mobil, I'M READY TO GO TO SCHOOL!   

Senin, 13 September 2010

Loving Lifetime Part 1

Envina Nisia namaku, kamu bisa panggil aku Vina. Aku anak berumur 7 tahun yang sekarang sudah kelas 4 SD. Papah pensiunan direktur perusahaan Nisia, yaitu Brandy Nisia. Mamah bolak-balik ke luar negeri karena ada jadwal seminar.
Aku punya 1 kakak namanya Iyasa Nisia, panggilannya Asa. Dia cowok pandai dan tlaten, sekarang dia sudah SMA kelas 2, namun entah kenapa dia nggak mau pegang alihan jabatan papah sebagai direktur perusahaan. Maka dari itu satu-satunya harapan keluarga Nisia ada di tanganku sebagai direktur.
Karena itulah, tekanan mental dan batin yang luar biasa buat aku jadi anak yang aneh. Aku jadi punya pikiran paling dewasa di antara teman-temanku.

dan sekarang aku punya temen yang aku suka, anak cowok (yadong) yang lebih tua 2 tahun daripada aku, langganan duduk sebangkuku. hehehehe! namanya Cody.
dia kadang menyebalkan, suka minta jawaban di ulangan padaku.aku nggak pernah kasih jawabannya, makanya dia sering ngerengek dan nangis gara-gara hasil ulangannya. asyik sekali menonton dia nangis. namun menurutku ketika dia nangis malah tambah ganteng! hehe
tetapi, dia baik banget (kalo nggak lagi ulangan) . apalagi kalo misalnya aku lupa bawa buku, pasti dia minjemin bukunya ke aku. buku apa aja. termasuk komik dan buku cerita lainya (ga niat sekolah). tapi bener, dia selalu siap sedia bawa buku apa aja ke sekolah.

aku bisa nikmatin dunia anak SD di sekolahku, tapi kalo udah pulang ke rumah otak nggak bisa berhenti jalan terus. mikirin penghasilan perusahaan, rapat, ini, itu. malahan aku nggak bisa mencapai mic kalo mau pidato di depan ruang rapat gara-gara aku masih pendek. 

dan itu alasannya kenapa aku sekarang diremehkan oleh semua orang di dekatku! misiku sekarang, aku bakal nunjukin ke semua orang kalo aku bukan anak yang pantes diremehin gitu aja!

kira-kira bisa gak ya?

-COMING SOON-